Banjir Di Majalaya semakin parah

Akhir-akhir ini hujan terus mengguyur sebagian wilayah Indonesia, termasuk kota saya tercinta majalaya, dari tahun ke tahun musim hujan mengakibatkan masalah yang tak kunjung selesai yaitu banjir, Yah Banjir di Majalaya sudah menjadi tradisi, sama juga dengan banjir di daerah sapan, namun daerah sapan dari tahun 2003 sudah tidak mengalami musibah banjir karena, daerah aliran sungai citarum sudah di renovasi, namun sayangnya pembangunan DAS Citarum terhambat hanya sampai Manirancan.

banyak faktor yang mengakibatkan banjir di daerah majalaya anatara lain, Sungai Citarum yang sudah dangkal, serta banyaknya pohon-pohn beton yang dibangun oleh Pabrik-pabrik yang ada di DAS citarum sehingga resapan air tidak ada, disamping itu sampah Industri dan Rumah tangga saling berlomba sebanyak mungkin, serta gundulnya hutan- hutan yang terus menerus di exploitasi menjadi perkebunan, perumahan, ilegal Loging dll. seperti, di daerah paseh, Ibun, kertasari. dll.

hal yang tidak mungkin dalam jangka pendek banjir di majalaya teratasi, mengingat kesadaran masyarakatnya sendiri yang tidak peduli terhadap lingkungan, apalagi Pemerintah yang sangat lamban dan tidak cepat merespon apa yang dialami oleh masyarakat Majalaya, Bupati hanya orasi saja dalam mencegah banjir yang ada di majalaya apalagi pejabat kecamatan, Desa dan lainnya padahal sudah dua periode bapak Obar terpilih jadi bupati keadaan majalaya tetap tidak berubah malah lebih parah dari tahun - tahun sebelumnya, bayangkan Banjir di majalaya mengakibatkan berapa kerugian yang harus ditanggung oleh masyarakat mjalaya baik kerugian dari segi ekonomi, pendidikan dll. ini sangat merugikan sekali. ironisnya majalaya yang mengahsilkan devisa/pajak terbanyak bagi daerah Kab. bandung, pembangunannya sangat lambat sekali.

Semoga pemerintah masyarakat sadar akan banjir ini serta harus mempunyai kesadaran/pendewasaan dalam menjalankan kehidupan dengan tidak menghancurkan alam.

Majalaya ohhh majalaya

0 komentar: