cari cawapres kok dari capres


Hingar bingar rakernas PDIP di Solo, memang menjadi arena untuk menjaring cawapres yang akan menjadi pendamping capres abadi PDIP Yaitu Megawati.
Mega mungkin harga mati bagi PDIP, terus siapa yang akan menjadi pendampingnya, apakah
1. Sultan Hamengku Bowono IX sudah jelas sultan adalah raja, bahkan sultan sendiri sudah mendeklarasikan untuk menjadi Presiden, bahkan merti Nusantara akan memboikot seandainya sultan menjadi Cawapres megawati.
2. Sutiyoso sutiyoso pernah berbicara pada media "orang seperti saya tidak patas menjadi nomor 2" perkataan itu sudah jelas keluar dari bibir bang yos dan alangkah naif sendiri bila sutiyoso menjilat ludah sendiri namun yang namanya politik itu bisa sebaliknya, bahkan nilai-nilai agama, etika, moral, budaya dikesampingkan dulu,
3. Hidayat Nurwahid ketua MPR apalagi, HNW tidak diundang dalam rakernas, bahkan HNW berkata Untuk masaah capres dan cawapres silahkan hubungi DPP atau Majelis Syuro PKS, HNW merupakan sosok yang mempunyai loyalitas dan tidak ambisius, ia hanya menyerahkan sepenuhnya kepada Partai, apapun hasilnya.
4. Prabowo bisa mungkin bisa iya, namun kecil kemungkinan meminang prabowo jadi Cawapres, namun gerindra sudah mengeluarkan dana yang tidak sedikit demi mendongkrak partainya dan prabowo untuk menjadi Capres.
5. Akbar tanjung, kemungkinan besar bisa mendampingi mega, karena akbar sudah tidak aktif di Golkar, apalagi hubungan mega & Akbar Sudah terjalin dengan Mesra, Pemilu yang lalau Akbar menjadi Tim Skses Megawati Ketika ia menjadi Ketua partai Golkar.
6. Surya paloh, yah Bos mtro TV ini lagi dekeat dengan PDIP bahkan Metro Tv Memasang wajah Surya Paloh Bisa berlama-lama ketika silaturahmi Golkar dan PDIP, Mungkin surya Paloh Bisa Mendampingi Mega, Tapi pakah GOlkar menduklungnya.
7. Yusup Kalla, Jelas Orang Nomor satu Di Golkar partai pemenang pemilu 2004, Bahkan Kader Golkar Ogah Calonnya hanya jadi Nomor 2m Partai No. 1 Calon Juga Harus nomor 1.
8. Wiranto, Kalau Melihat dari Partainya Wiranto punya kans yangbesar, namun hanura pun meski partai baru lahir sudah harga mati mencalonkan Wiranto utuk menjadi nomor 1.

Silahkan PDIP memilih Siapa Yang pantas menjadi Cawapres, namun kembali lagim kepada PDIP apakah Suara PSIP nanti bisa sebagus pemilu 2004 apakah lebih burukm atau mungkin lebih bagus, mungkin Nanti Masyarakat bisa menilai siapa yang pantas menjadi Pemimpin Bangsa ini.

Islam telah memberikan ajaran yang sempurna sebagai jalan hidup, termasuk mencari pemimpin bagi umatnya.

Islam akan mengangkat seseorang sebagai seorang pemimpin berdasarkan :

1.. Beraqidah yang bersih dari syirik, khurafat, tahayyul serta tidak percaya atau menggantungkan diri kepada jin, syetan dan dukun. Tuntunan daria aqidahnya pun jelas.. Al-Qur’an dan Al-Hadist… Aqidah dengan dasar ini, akan membangun hubungan antara manusia dengan Allah. Sehingga sang Pemimpin akan sadar benar rasa tanggung jawabnya sebagai manusia dihadapan Allah

“Dan jadikanlah kami pemimpin (imam) bagi orang-orang yang bertaqwa”
(Q.S Al-Furqon (25) 74).


Sungguh, Ibrahim adalah Imam (Pemimpin) yang dapat dijadikan teladan, patuh kepada Allah SWT dan hanif . Dan dia bukanlah termasuk orang musyrik (mempersekutukan Allah).”
(Q.S An-Nahl/16: 120)

2. Minimal dia seorang muslim yang baik, tidak pernah tinggal shalat wajib 5 waktu, tidak pernah tinggalkan puasa Ramadhan, tidak pernah lupa atau pura-pura lupa bayar zakat dan pernah pergi haji bila mampu.

3. Fasih membaca Al-Quran, Al-Karim dan tahu bahwa Al-Quran Al-Karim adalah sumber dari segala sumber hukum. Sehingga tidak ada hukum baginya kecuali yang berdasarkan Al-Quran Al-Karim. Maka setiap masalah selalu dirujuknya kepada kitab dari Allah SWT ini.

4. Tahu batas halal dan haram yang bentuknya adalah penerapan dalam diri, keluarga dan lingkungannya. Sehingga dengan mudah dia bisa membedakan mana praktek haram dan mana halal.

5. Mempunyai hubungan yang dekat dengan para ulama.. agar dapat meningkatkan ilmu-ilmu yang telah di miliki dan memberikan pemahaman yang cukup tinggi, sehingga dalam memimpim… akan ada peningkatan kualitas diri sebagai pemimpin sekaligus… akan selalu berhati-hati untuk tidak secara sengaja berbuat salah.

6. Tidak pernah mencuri, berzina, minum khamar, berjudi, menipu rakyat, makan uang negara, manipulasi, korupsi, kolusi dan tidak makan uang riba.
Bersedia secara terbuka dan jujur tentang jumlah harta yang dimilikinya.

7. Menegakkan selalu amar makruh dan nahi mungkar dalam setiap kesempatan. Sebab sebagai penguasa, di tangannya ada kekuatan. Bila tidak dimanfaatkannya untuk amar makruf nahi mungkar, maka dia harus bertanggung-jawab di akhirat.

8. Siap menerima teguran kapan dan dimana saja, berani bertanggung jawab, cepat tanggap, berada dibarisan terdepan ketika ada masalah yang harus segera diselesaikan, berani mengakui kesalahan dan menanggung akibatnya.

9. Tidak menggunakan fasilitas negara untuk masalah yang bersifat pribadi atau pun kepentingan di luar negara secara langsung. Sebab semua fasilitas negara itu adalah amanat yang harus dipertanggung-jawabkan di akhirat nanti.

10. Tidak akan makan atau mengisi perutnya sebelum yakin bahwa semua rakyatnya sudah makan. Tidak pernah berani tidur malam hari sebelum yakin rakyatnya tentram dan sejahtera. Dan tidak enak-enakan berpesta sebelum anak yatim terjamin masa depannya atau pun fakir miskin punya sumber rezeki yang jelas. (Sangat mencintai rakyatnya)

11. Memjadi fasilitator untuk kecerdasan bangsa.

12. Mampu mengelola kekayaan negara dengan baik.

13. Bersikap adil kepada semua pemeluk agama dan memberikan jaminan dan hak-hak mereka untuk bisa hidup dengan damai di bawah jaminan dirinya. Tetapi bersikap tegas bila terjadi kecurangan dan pelanggaran antara sesama pemeluk agama.

14. Dapat menegakkan hukum-hukum Islam.. walaupun yang melakukan pelanggaran hukum adalah.. orang-orang terdekat ataupun keluarga.

15. Memanfaatkan jabatannya ini untuk ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

16. Bercita-cita untuk bisa mati dalam keadaan syahid. Karena itu
satu-satunya pilihan

Nabi Muhammad saw bersabda…
“Setiap kamu adalah pengembala dan setiap kamu akan diminta pertanggung jawabannya. Seorang pemimpin adalah pengembala bagi rakyatnya, maka ia akan ditanya tentang apa yang digembalakannya” (HR. Ahmad)

Hadaanallahu Wa Iyyakum Ajma`in, Wallahu A`lam Bish-shawab,
Wassalamu `Alaikum Warahmatullahi Wa Barakatuh

PS: Sekali lagi… ini saya angkat menurut “kriteria” Islam… Kriteria Indonesia saya gak bahas disini. Dan… ketika Allah berkehendak… siapapun itu, jalan dan cara apapun yang ditempuh.. pasti akan jadi pemimpin…

0 komentar: